Tradisi Dulu Sabung Ayam Di Indonesia

 

judi sabung online

Siapa yang belum mengetahui mengenai sabung ayam alias ayam Aduan? Pastinya jika para Penggemar ayam Aduan sudah mengetahui apa itu sabung ayam. sabung ayam ini sudah menjadi Adat di hampir setiap kota di Indonesia karena sudah dikenal juga dari jaman dahulu. Akan tetapi Adat sabung ayam saat ini banyak juga yang dipertandingkan untuk perjudian, tetapi dilarang oleh pemerintah. Maka tidak jarang kita dengar berita penggerebekan judi sabung ayam atau ayam Aduan ini kan?

Aduan Ayam Indonesia
Adat sabung ayam di Indonesia pada awalnya berbeda-beda tiap masing-masing daerah atau kotanya di Indonesia. Adat sabung ayam ini ternyata sudah berlangsung selama berabad-abad, dan memiliki perbedaannya antara ritual agama atau perjudian semata. Jadi sabung ayam ini bisa merupakan ritual dalam acara keagamaan, namun perkembangan tradisinya saat ini dijadikan sarana judi sabung online. Bagaimana kah sejarah sabung ayam di Indonesia yang sebenarnya?

1. Bali
Sabung ayam dinamakan dengan nama lain yaitu Tajen, ini berasal dari bali yang merupakan salah satu dari upacara adat masyarakat Hindu. Upacara ini bertujuan untuk mengharmoniskan dan mengagungkan hubungan manusia dengan Buddha yang agung. Dalam upacara yang dilakukan ini melibatkan beberapa hewan peliharaan untuk di kurbankan diantaranya adalah kerbau, babi, ayam, bebek dan binatang ternak lainnya juga.

Cara pengurbanan hewan-hewan ini adalah dengan menyembelih bagian leher binatang setelah dibacakan mantra-mantra oleh pemuka agama. Ritual ini yang menggunakan sabung ayam yaitu Lontar Yadnya Prakerti, sabung ayam dalam Adat ini bertujuan untuk mengadakan pertarungan yang bersifat suci dan ini sudah dilakukan sejak zaman purba. Berdasarkan dari prasasti batuan dan prasasti Batur pada tahun 944 Saka.

2. Bugis
Masyarakat Bugis juga telah mengenal dari dahulu kala dan melekat sampai saat ini juga mengenai sabung ayam. hal ini dapat dibuktikan dengan pemberian gelar kepada sultan Hasanudin yang bernama Haanties van het Oosten yang berarti ayam jantan dari timur.

Tokoh Sawerigading merupakan tokoh utama dalam epic mistik menyukai sabung ayam, hal ini diceritakan dalam kitab La Galigo.Sehingga seseorang harus membuktikan bahwa hal-hal tersebut sudah dilakukan untuk dicap sebagai pemberani bagi bangsa Bugis.

3. Jawa
Cindelaras merupakan salah satu dari warga Jawa yang menceritakan tentang sabung ayam. Raja Jenggala memutuskan untuk mengadu ayam sakti Cidelaras dengan ayam miliknya, jika dalam pertarungan itu ayam Cindelaras kalah maka dia harus dihukum pancung, tetapi jika tidak maka setengah kekayaan Raja Jenggala menjadi milik Cindelaras. Dalam Aduan ayam tersebut ternyata ayam Cindelaras mampu mengalahkan ayam sang raja hanya dalam beberapa menit saja. Akhirnya raja Jenggala memberikan setengah kekayaan miliknya sekaligus mengakui kehebatan ayam milik Cindelaras dan mengakui bahwa dialah putranya yang lahir dari permaisurinya yang telah diasingkan karena rasa iri dari selir kerajaannya itu.

Ternyata ayam Aduan juga berperan penting dalam pembentukan politik di tanah Jawa ini, dahulu kala kerajaan Singosari mengadakan pertandingan sabung ayam dan dalam acara tersebut dilarang membawa senjata apapun termasuk juga Keris.

Anusapati berencana untuk mengikuti acara sabung ayam tersebut, namun ibu Anusapati yaitu yang bernama Ken Dedes menasehatinya agar tidak melepaskan keris yang melekat pada tubuhnya. Ternyata kekacauan yang sangat besar hingga membuat tewas oleh adik kandungnya sendiri yang bernama Tohjaya.

bagaimana sejarah dari sabung ayam di Indonesia guys sudah ngertikan?

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s